Rabu, 23 November 2016

Sepahit dan Sehangat Pelukan Kopi

Sepahit dan Sehangat Pelukan Kopi
by. Tetta Sallyy


Jika saja aku mampu menemukan
hangatnya pelukmu pada
setiap tegukan kopi,
mulai saat itu 
aku akan berhenti meminum kopi,

sebab memelukmu,
memang sehangat 

tegukan kopi,

tapi ujungnya selalu 

memberi pahit yg tak bertepi.

*24 November 2016*
Share:

0 komentar:

Posting Komentar