Sepahit dan Sehangat Pelukan Kopi
by. Tetta Sallyy
Jika saja aku mampu menemukan
hangatnya pelukmu pada
setiap tegukan kopi,
mulai saat itu
aku akan berhenti meminum kopi,
sebab memelukmu,
memang sehangat
tegukan kopi,
tapi ujungnya selalu
memberi pahit yg tak bertepi.
*24 November 2016*
0 komentar:
Posting Komentar