Gadiis Bersayap
by. Tetta Sallyy
ajarkan aku
menenun air mata menjadi permata
agar sedihku tak sia-sia
oleh tikaman sunyi
yang menancap di dalam dada
tahukah kau bahwa
separuh bilik jantungku
bersemayam sayatan luka
sebab senyum berbisa dari lorong nostalgia
terus menebas
perlahan menghentikan nafasku
aku ingin kau membawaku terbang
dengan kepingan senyum di wajah lusuhmu
mencari permukiman di lesung pipimu
dan menjadi tawanan di dalam hatimu
tak lelah kusujudkan senyumku di atas senyumanmu
agar secepatnya aku merdeka
dari penjajah sunyi yang telah lama menindas jiwaku
kini engkau mengajarkanku untuk menemukanmu
namun tak pernah menyuruhku untuk mencarimu
karena bagaimanapun aku berupaya mencarimu
hasilnya hanya sekedar kata untuk "menemuimu"
engkau yang dinamai Gadiis Bersayap
kukatakan baru saja itu telah sia-sia
saat hanya seuntai senyum yang sekali saja kau kibaskan
berulang kali menerbangkanku
memasuki semesta rindu yang tak pernah mencapai titik usai
*24 November 2016*
0 komentar:
Posting Komentar